Geger di Tasikmalaya: Kakek 80 Tahun Diamuk Warga Usai Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Sesama Lansia
Tasikmalaya- Kedamaian sebuah kampung di Babakan Kalangsari, Kelurahan Sukamanah, Tasikmalaya, pecah pada suatu siang. Keheningan itu tergantikan oleh gemuruh amuk warga yang berhasil meringkus seorang kakek berusia 80 tahun, berinisial OL, yang diduga kuat melakukan perbuatan cabul terhadap seorang lansia lainnya, berinisial IY (70). Kasus yang mengejutkan dan menuai kecaman ini ternyata bukanlah insiden tunggal. Berikut adalah rangkuman lengkap fakta-fakta yang terungkap, disusun untuk memberikan gambaran utuh tentang peristiwa tersebut.

Baca Juga : Pemerintah Pusat Hadiahkan Sekolah Rakyat Terintegrasi Untuk HUT Ke-24 Tasikmalaya
1. Awal Mula: Keresahan Warga yang Memuncak
Sudah lebih dari satu bulan, warga Kampung Babakan Kalangsari digelisahkan oleh kehadiran seorang pria lansia yang mengaku sebagai tukang pijat keliling. Kakek bernama OL ini tidak seperti tukang pijat pada umumnya. Menurut pengakuan sejumlah warga, modus operandi OL justru menciptakan rasa tidak nyaman dan ketakutan. Dia kerap tiba-tiba mencium, meraba, bahkan menyatakan ketertarikan secara terbuka kepada pria-pria lansia yang ditemuinya. Keresahan ini akhirnya mencapai puncaknya pada siang itu.
2. Dipergoki dan Diringkus dalam Keadaan Tak Berpakaian
Kecurigaan warga akhirnya terbukti. Atas laporan warga yang melihat OL kembali masuk ke kampung, Dedi, salah seorang pengurus RW, bersama pemuda setempat segera bergerak. Pencarian membawa mereka ke rumah IY (70). Setelah mengetuk dan tidak mendapat respon, mereka memutuskan untuk membuka paksa pintu. Apa yang mereka saksikan di dalam sungguh di luar dugaan: OL dan IY ditemukan dalam keadaan tidak mengenakan pakaian. Kemarahan warga pun meledak.
3. Modus Palsu: Mengaku Tukang Pijat untuk Menutupi Niat Lain
Dari KTP yang dibawanya, OL tercatat sebagai warga Kabupaten Ciamis. Dia memanfaatkan profesinya sebagai “tukang pijat keliling” sebagai kedok untuk mendekati korbannya. Dengan modus ini, dia leluasa mendatangi rumah-rumah warga, khususnya yang dihuni oleh lansia, sebelum akhirnya menunjukkan perilaku menyimpangnya.
4. Kondisi Memilukan Sang Korban
Korban, IY, tinggal bersama istrinya yang sedang dalam kondisi sakit. Anak IY, yang bernama US, mengaku tidak tinggal serumah dan baru mengetahui insiden tersebut setelah kejadian. Menurut penuturan US, sang ayah baru saja pulang dari sawah ketika OL datang menawarkan jasa pijat. “Mungkin bapak saya ingin dipijat karena lelah, tapi ternyata pelaku memanfaatkan situasi untuk berbuat hal lain,” ujar US dengan nada prihatin. Ia juga menambahkan bahwa ayahnya memiliki gangguan pendengaran, yang mungkin membuatnya lebih rentan.
5. Bukan Korban Pertama: Jejak Perilaku yang Meresahkan
Investigasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa ini bukanlah aksi pertama OL. Sejumlah warga mengaku pernah menjadi sasaran atau menyaksikan ulahnya. Seorang pemilik warung, N, bercerita dengan jijik bagaimana suaminya pernah menjadi korban. “Suami saya sedang duduk-duduk, tiba-tiba didekati dan dicium-cium olehnya. Dia sampai berteriak kaget. Si pelaku bahkan berkata ‘suka’,” kenang N. Suaminya sampai merasa sangat jijik dan langsung mandi untuk membersihkan diri.
6. Eskalasi Perilaku: Dari Canda menjadi Agresif
Awalnya, warga mencoba memaklumi dan menganggap perilaku OL sebagai candaannya yang tidak pada tempatnya. Namun, kesabaran mereka habis ketika OL semakin agresif dan berani. Dia tidak segan mengejar-ngejar pria lansia yang diinginkannya, seperti yang dialami seorang tetangga N yang nyaris menjadi korban. Perilaku inilah yang akhirnya membuat warga sepakat untuk tidak lagi tinggal diam.
7. Aksi Spontan Warga: Dari Pengamanan hingga Penyerahan ke Polisi
Setelah berhasil meringkus OL di rumah korban, amarah warga sempat memuncak. Beberapa di antaranya memberikan “bogem mentah” kepada pelaku. Namun, warga kemudian bertindak bijak dengan segera menyerahkan OL kepada pihak yang berwajib untuk diproses secara hukum, guna menghindari tindakan main hakim sendiri yang lebih jauh.
8. Respons Cepat Aparat Kepolisian
Merespons laporan warga, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Jajang Kurniawan, membenarkan insiden tersebut. “Kami bertindak cepat untuk mengamankan terduga pelaku dari amuk massa. Terduga pelaku sudah kami amankan dan langsung ditangani oleh Satreskrim untuk proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Jajang.
9. Proses Hukum Berjalan, Dugaan Awal Pelecehan Seksual
Saat ini, OL menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tasikmalaya Kota. Meskipun penyidikan masih berlangsung, dugaan sementara yang dikemukakan oleh polisi adalah perbuatan cabul atau pelecehan seksual terhadap sesama jenis. Polisi akan memeriksa semua saksi, termasuk korban dan warga sekitar, untuk mengungkap motif dan pola kejahatan yang dilakukan tersangka.
10. Refleksi: Kewaspadaan di Lingkungan Sosial Lansia
Kasus ini menyisakan duka dan pelajaran berharga bagi masyarakat. Selain menimbulkan trauma bagi korban langsung, peristiwa ini juga mengganggu ketenteraman hidup warga. Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan kolektif, terutama dalam melindungi kelompok rentan seperti lansia. Peran serta masyarakat dan komunikasi yang baik antarwarga terbukti menjadi benteng pertama dalam mencegah dan mengantisipasi Amuk warga kejadian serupa di masa depan.





