Kado Empat Windu untuk Tasikmalaya: Sekolah Rakyat Terintegrasi Hadir, Wujudkan Mimpi Anak Negeri
Tasikmalaya- Sebuah babak baru dalam dunia pendidikan dan pemerataan kesempatan resmi dimulai di Kota Tasikmalaya. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun HUT ke-24 kota ini, sebuah hadiah istimewa dari Pemerintah Pusat telah hadir dan siap mengubah masa depan: Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya.

Baca Juga : Hybrid Solar Dryer Solusi Cerdas Peningkatan Produktivitas Kerupuk Rumput Laut
Berlokasi strategis di Jalan Swaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, sekolah ini bukan sekadar tambahan fasilitas pendidikan, melainkan sebuah terobosan nyata dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. Sekolah ini merupakan amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan, yang secara khusus menargetkan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional/DTSN) untuk mendapatkan akses pendidikan berasrama, gratis, dan berkualitas.
Sebuah Peresmian yang Penuh Makna
Pada hari yang bersejarah itu, suasana di lokasi sekolah dipenuhi haru dan harapan. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, bersama Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, dan Direktur Polteksos, Suharma, secara khidmat meresmikan sekolah tersebut dengan melakukan pengguntingan pita. Ritual simbolis ini menjadi penanda dibukanya pintu ilmu sekaligus pintu harapan bagi puluhan anak pertama yang akan menempuh pendidikan di sana.
Usai pengguntingan pita, rombongan pejabat melakukan room tour, menyusuri setiap sudut bangunan yang asri dan modern. Mereka meninjau asrama putra dan putri yang tertata rapi, ruang belajar yang nyaman, mushala, ruang makan, serta fasilitas pendukung lainnya. Kehadiran sekolah ini menempatkan Kota Tasikmalaya sebagai daerah kedua di wilayah Priangan Timur, setelah Kabupaten Garut, yang memiliki Sekolah Rakyat.
Membangun Human Capital, Menjawab Kesenjangan
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat adalah jawaban konkret atas kesenjangan pendidikan sekaligus bukti nyata kehadiran negara di tengah-tengah rakyat.
“Ini adalah hadiah terindah jelang HUT ke-24 Kota Tasikmalaya. Keberadaan sekolah ini bukan hanya tentang gedung, tetapi tentang memperkuat human capital (modal manusia) kita,” tegas Viman. “Melalui pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, kita sedang menyiapkan generasi yang unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, dan tangguh secara sosial. Ini sejalan dengan semangat program prioritas kita, seperti Tasik Pintar dan Tasik Religius.”
Viman juga mengungkapkan keseriusan Pemerintah Kota dengan telah menyiapkan lahan seluas 7,5 hektare di Kecamatan Tamansari untuk pengembangan Sekolah Rakyat di masa depan. Di akhir sambutannya, ia menyampaikan amanah khusus kepada para pendidik.
“Kepada para guru dan kepala sekolah, saya titip amanah untuk mendidik dengan sepenuh hati, membimbing dengan kasih sayang, dan menjadi teladan dalam setiap langkah,” pesannya.
Tak lupa, ia menyemangati para siswa, “Percayalah, masa depan kalian tidak ditentukan oleh siapa orang tuamu, tapi oleh semangatmu hari ini. Jadilah generasi yang berani bermimpi, yang menjawab keterbatasan dengan prestasi!”
Komitmen Jabar: Dari 9,1 Tahun Menuju 12 Tahun
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas beroperasinya sekolah ini.
“Yang paling utama, semoga di Kota Tasikmalaya tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah,” ujar Erwan.
Erwan kemudian memaparkan fakta memprihatinkan tentang rata-rata lama sekolah di Jawa Barat yang baru mencapai 9,1 tahun, atau setara dengan kelas 3 SMP. Artinya, masih banyak anak yang tidak menamatkan pendidikan hingga jenjang SMA/SMK.
“Ini yang harus kita kejar. Target saya bersama Kang Dedi (Gubernur Dedi Mizwar) di akhir masa jabatan kami, rata-rata lama sekolah minimal 12 tahun atau setara lulusan SMA/SMK. Mudah-mudahan bisa lebih dari itu,” tegasnya dengan penuh komitmen.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Jabar bahkan telah merencanakan langkah strategis. “Kami akan melakukan MoU dengan perguruan tinggi agar lulusan Sekolah Rakyat ini tidak berhenti sampai SMA, tetapi bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Pendidikan di sini bukan hanya untuk mencetak generasi yang cerdas, tetapi juga membentuk pribadi yang Cager (sehat), Bener (berakhlak), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil),” tutupnya, merangkum visi pendidikan Jabar.
Profil dan Fasilitas Sekolah Penuh Harapan
Pemerintah Pusat Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Budi Rachman, memaparkan detail operasional sekolah. SR Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya memiliki tiga rombongan belajar, yang terdiri dari dua kelas untuk tingkat SMP dan satu kelas untuk tingkat SD.
“Total, kita memiliki 75 siswa perintis yang akan menempuh pendidikan di sini. Mereka adalah 25 siswa SD dan 50 siswa SMP yang berasal dari seluruh penjuru kota, mewakili 10 kecamatan di Tasikmalaya,” jelas Budi. Saat ini, terdapat 25 tenaga pendidik yang siap mendedikasikan ilmu dan kasih sayang mereka untuk membimbing para siswa.





